Gus Muhaimin Tekankan Politik Pengabdian, Kader PKB Diminta Selalu Hadir di Tengah Rakyat

Terbit : 15 May 2026
Font +
Font -

KABAR DPW - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan wejangan dan arahan perjuangan kepada seluruh kader PKB Sulawesi Tengah dalam sebuah diskusi bersama Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng, Sahabat Muhammad Safri yang berlangsung penuh semangat dan nuansa kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Muhaimin menekankan pentingnya menjaga optimisme dan semangat pengabdian di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan, ketidakpastian ekonomi, serta dinamika global yang terus berubah.

Menurutnya, kondisi bangsa yang tidak mudah saat ini tidak boleh membuat kader PKB kehilangan harapan ataupun menjauh dari rakyat. Justru di tengah tekanan ekonomi dan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, kader PKB harus semakin hadir sebagai solusi dan kekuatan yang membela kepentingan rakyat kecil.

“PKB tidak dilahirkan untuk menjadi penonton. Kader PKB harus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung keluhan rakyat, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan bangsa,” ujar Gus Muhaimin.

Gus Muhaimin mengingatkan bahwa politik PKB adalah politik pengabdian dan keberpihakan. Karena itu, seluruh kader PKB di Sulawesi Tengah mulai dari tingkat DPRD, DPC, DPAC hingga ranting, diminta untuk terus menjaga spirit perjuangan dengan aktif turun ke masyarakat, mendengarkan suara petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, hingga masyarakat di pelosok desa yang membutuhkan perhatian negara.

Selain itu, Gus Muhaimin juga menyoroti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi menjadi ancaman serius bagi masyarakat pekerja khususnya di Sulawesi Tengah. Ia meminta Fraksi PKB dan seluruh kader partai di Sulawesi Tengah untuk terus menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak para buruh, serta memastikan negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat kecil.

Menurutnya, Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan pertumbuhan investasi yang tinggi harus mampu memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa investasi tidak boleh hanya menjadi simbol pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menghadirkan keadilan sosial, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Investasi harus berpihak kepada rakyat. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampak lingkungan dan kesulitannya, sementara manfaat besarnya justru dinikmati segelintir pihak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Muhaimin mengingatkan seluruh kader PKB agar terus mengawal amanah konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Menurutnya, semangat konstitusi tersebut harus menjadi pijakan utama dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam daerah harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat, bukan hanya menguntungkan kelompok tertentu.

“Jangan sampai kekayaan alam hanya dinikmati segelintir orang, sementara masyarakat di sekitar wilayah industri dan tambang justru hidup dalam kesulitan. Kader PKB harus menjadi garda terdepan dalam memastikan kekayaan negeri ini benar-benar kembali untuk kemakmuran rakyat,” pesan Gus Muhaimin.

Di akhir arahannya, Gus Muhaimin mengajak seluruh kader PKB Sulawesi Tengah untuk tetap solid, menjaga integritas, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat di tengah berbagai tantangan bangsa.

Font +
Font -
Fraksi PKB Sulteng
Publikasi Terkait
Tag Cloud