
KABAR DPW – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah menginstruksikan seluruh kader, pengurus partai, serta anggota DPRD PKB di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi untuk turun langsung membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang meminta seluruh kader PKB hadir di tengah masyarakat dan mengambil peran aktif dalam upaya penanganan serta pemulihan pascabencana.
Sekretaris DPW PKB Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD PKB diminta untuk terlibat langsung dalam membantu warga terdampak, baik melalui penyaluran bantuan maupun dukungan kemanusiaan lainnya.
“Instruksi Ketua Umum DPP PKB adalah mengaktifkan seluruh anggota DPRD, baik kabupaten, kota maupun provinsi, untuk turun hadir demi kepentingan masyarakat yang hari ini terkena musibah dan memberikan bantuan kepada mereka,” ujar Safri dikutip dari Tribun Palu, Jumat (19/6/2026).
Selain itu, Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah juga telah menginstruksikan seluruh Ketua DPC PKB beserta jajaran pengurus dan anggota DPRD PKB di daerah untuk segera bergerak membantu masyarakat yang terdampak gempa.
PKB Sulawesi Tengah saat ini tengah menyiapkan berbagai bentuk bantuan yang akan disalurkan kepada warga, di antaranya paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan masyarakat di lokasi terdampak.
“Insyaallah satu sampai dua hari ke depan kami mulai bergerak,” kata Safri.
DPW PKB Sulawesi Tengah berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masih berada di lokasi pengungsian.
Sebagai informasi, gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 Wita. Pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan data hingga Kamis (18/6/2026), bencana tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka berat, dan 91 orang luka ringan. Selain itu, sebanyak 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak gempa.
Kerusakan juga tercatat pada 1.652 unit rumah, terdiri atas 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. Gempa turut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, rumah ibadah, gedung perkantoran, sekolah, rumah adat, serta jaringan air bersih di beberapa wilayah terdampak, terutama di Kabupaten Sigi.
Melalui gerakan kemanusiaan ini, PKB Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama masyarakat, terutama pada saat menghadapi musibah dan situasi darurat kemanusiaan.
Sumber: Tribun Palu














