
KABAR DPW – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan bahwa penyusunan kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sulawesi Tengah harus diisi oleh kader-kader yang memiliki komitmen kuat terhadap organisasi, aktif bekerja, serta siap hadir dan melayani masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan melalui arahan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang dibacakan Ketua Bidang Kemaritiman dan Pertanian DPP PKB, Anggia Erma Rini, dalam Rapat Formatur Penyusunan Calon Pengurus DPC PKB se-Sulawesi Tengah yang berlangsung di Kantor DPW PKB Sulawesi Tengah, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Jumat (19/6/2026).
Dikutip dari Tribun Palu, kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah Risharyudi Triwibowo, Sekretaris DPW PKB Muhammad Safri, jajaran pengurus DPW, serta perwakilan DPC PKB dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Dalam arahannya, Anggia menegaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan pasca-musyawarah cabang bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif organisasi, melainkan menjadi momentum strategis untuk menentukan arah perjuangan partai di daerah dalam beberapa tahun ke depan.
“Yang kita susun hari ini bukan hanya struktur, tetapi tim perjuangan yang akan menggerakkan partai, melayani masyarakat, dan mempersiapkan kemenangan PKB pada masa yang akan datang,” ujar Anggia saat membacakan pesan Ketua Umum PKB.
DPP PKB menilai keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya kader yang mengisi struktur kepengurusan. Karena itu, seluruh formatur diminta selektif dalam menentukan nama-nama yang akan mengemban amanah organisasi di tingkat cabang.
“Kita membutuhkan pengurus yang menghidupkan organisasi, bukan sekadar melengkapi daftar nama dalam surat keputusan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anggia menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari kelengkapan struktur organisasi, tetapi juga dari kemampuan kader menjalankan kerja-kerja politik, sosial, dan pelayanan kepada masyarakat secara nyata.
“Harus diisi oleh orang-orang yang siap bergerak, siap berkeringat, siap mendedikasikan waktu dan pikiran untuk membesarkan dan memenangkan PKB. Jangan hanya namanya ada, tetapi tidak jelas bergerak atau tidak,” katanya.
DPP PKB juga mengingatkan bahwa kepengurusan yang dibentuk harus menjadi motor penggerak organisasi, mampu menyusun strategi, melakukan evaluasi, serta menghadirkan gagasan-gagasan yang memperkuat posisi partai di tengah masyarakat.
Selain itu, seluruh DPC yang nantinya terbentuk diminta segera memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Struktur partai harus aktif menjalankan kegiatan secara berkelanjutan dan menjaga komunikasi organisasi agar tetap hidup sepanjang waktu.
“PKB tidak boleh hanya aktif menjelang pemilu. PKB harus hadir setiap hari bersama masyarakat,” ujar Anggia.
Dalam kesempatan tersebut, DPP PKB juga mengajak seluruh kader untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Penguatan mesin partai, konsolidasi organisasi, dan peningkatan kapasitas kader harus dilakukan sejak dini agar PKB semakin siap menghadapi agenda politik mendatang.
“Jangan terlena karena tidak ada pilkada, lalu kita diam. Tiba-tiba sudah masuk tahapan pemilu, kita tidak siap berjalan. Karena itu, semangat hari ini kita mulai untuk Pemilu 2029,” tutupnya.
Sumber: Tribun Palu














