• slide 1
  • slide 2
  • slide 3

Profil PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) didirikan pada 23 Juli 1998, sebagai respons atas desakan reformasi setelah Presiden Soeharto lengser. Banyak warga Nahdlatul Ulama (NU) mengusulkan pembentukan partai politik untuk mewadahi aspirasi mereka. PBNU awalnya bersikap hati-hati karena NU secara organisasi tidak terlibat dalam politik, namun tekanan terus meningkat. PBNU kemudian membentuk Tim Lima, dipimpin oleh KH Ma'ruf Amin, untuk menanggapi usulan tersebut, dibantu oleh Tim Asistensi. Tokoh-tokoh NU seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Mustofa Bisri mendukung proses ini. Setelah beberapa pertemuan, konsep dasar partai dirumuskan, dan pada 23 Juli 1998, PKB dideklarasikan di Jakarta. PKB berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, keterbukaan, dan kejujuran, serta bertujuan untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dan kesejahteraan sosial, menjadi wadah politik warga NU.
Selengkapnya

Visi PKB

  1. Mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin, material dan spiritual.
  3. Mewujudkan tatanan politik nasional yang demokratis, terbuka, bersih dan berakhlakul karimah.

Misi PKB

  1. Bidang Ekonomi: menegakkan dan mengembangkan kehidupan ekonomi kerakyatan yang adil dan demokratis.
  2. Bidang Hukum: berusaha menegakkan dan mengembangkan negara hukum yang beradab, mampu mengayomi seluruh rakyat, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, dan berkeadilan sosial.
  3. Bidang Sosial Budaya: berusaha membangun budaya yang maju dan modern dengan tetap memelihara jatidiri bangsa yang baik demi meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
  4. Bidang Pendidikan: berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, mandiri, terampil, profesional dan kritis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, mengusahakan terwujudnya sistem pendidikan nasional yang berorientasi kerakyatan, murah dan berkesinambungan.
  5. Bidang Pertahanan: membangun kesadaran setiap warga negara terhadap kewajiban untuk turut serta dalam usaha pertahanan negara; mendorong terwujudnya swabela masyarakat terhadap perlakuan-perlakuan yang menimbulkan rasa tidak aman, baik yang datang dari pribadi-pribadi maupun institusi tertentu dalam masyarakat.
Lebih Banyak >

Mengenal Lebih Dekat

Fraksi PKB DPRD Sulteng
Ketua Fraksi

Rahmawati M Nur

Buol Toli-Toli, 10 Januari 1971
Dapil : Sulteng II
Parigi Moutong
Sekretaris Fraksi

Muhammad Safri

Kolo Bawah, 19 November 1986
Dapil : Sulteng VI
Morowali dan Morowali Utara
Anggota Fraksi

Haris Julianto

Jayawijaya, 20 Juli 1973
Dapil : Sulteng III
Buol dan Toli-Toli
Anggota Fraksi

Sadat Anwar Bihalia

Lopito, 5 September 1978
Dapil : Sulteng IV
Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut
Anggota Fraksi

Kaharuddin

Donggala, 27 Juli 1977
Dapil : Sulteng VII
Donggala dan Sigi

Publikasi

PKB News
Kabar DPW
Kabar Fraksi