
KABAR DPW – Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rahmawati M. Nur, resmi memimpin Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah periode 2026–2030. Rahmawati dilantik bersama jajaran pengurus oleh Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, di Hotel Grand Sya, Kota Palu, Minggu (28/6/2026).
Dikutip dari Tribun Palu, Rahmawati menjabat sebagai Ketua harian, didampingi Dr. Sahran Raden sebagai Sekretaris dan Muhammad Safri, sebagai Bendahara. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dikukuhkan sebagai Anggota Dewan Kehormatan PW IKA PMII Sulawesi Tengah.
Rahmawati mengatakan, pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi titik awal bagi IKA PMII untuk memperkuat peran organisasi alumni dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tengah.
"Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari sebuah amanah besar. Amanah untuk menghadirkan organisasi alumni yang lebih solid, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tengah," ujar Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi PKB tersebut.
Menurut Rahmawati, IKA PMII memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dari berbagai bidang, mulai dari akademisi, profesional, hingga para doktor yang siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan daerah.
Ia menegaskan, keluarga besar IKA PMII siap mengawal dan mendukung program-program pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pak Gubernur jangan takut dengan alumni PMII. Di dalam tubuh alumni PMII banyak pemikir, banyak doktor yang siap mengabdi dan bersama-sama mengawal serta menyukseskan seluruh program pembangunan di Sulawesi Tengah," katanya.
Rahmawati juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Program BERANI yang digagas Gubernur Anwar Hafid. Menurutnya, program Berani Cerdas dan Berani Sehat telah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Meski demikian, ia meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur jalan melalui Berani Lancar dan pemerataan akses listrik melalui Berani Menyala.
Menurutnya, akses jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan. Sementara itu, pemerataan listrik dinilai menjadi kebutuhan mendasar yang hingga kini masih belum sepenuhnya dinikmati masyarakat di wilayah terpencil.
"Masih ada masyarakat di pelosok yang belum menikmati layanan listrik secara optimal. Hal itu menjadi perhatian kami sebagai penyambung aspirasi masyarakat," ujarnya.
Usai pelantikan, PW IKA PMII Sulawesi Tengah menggelar dialog publik untuk menghimpun gagasan dan aspirasi mengenai pembangunan daerah. Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Sulawesi Tengah.
Rahmawati menilai, sebagai daerah penghasil sumber daya alam, Sulawesi Tengah layak memperoleh porsi DBH yang lebih berkeadilan agar manfaat kekayaan daerah dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan melalui dialog ini kita dapat menghasilkan rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada Komisi XI DPR RI agar Sulawesi Tengah mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat," pungkasnya.
Sumber: Tribun Palu














