FOTO/TRIBUN PALU

Fraksi PKB Parimo Warning Program Ambulans Gratis Jangan Tabrak Skema BPJS

Terbit : 10 April 2026
Font +
Font -

KABAR FRAKSI  Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Parigi Moutong mengingatkan pemerintah daerah agar program ambulans gratis tidak tumpang tindih dengan layanan rujukan pasien yang telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Parigi Moutong dari Fraksi PKB, H. Wardi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD bersama Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan kepala puskesmas.

Wardi menegaskan, layanan ambulans untuk rujukan pasien pada dasarnya sudah termasuk dalam skema pembiayaan BPJS.

“Ketika berkaitan dengan rujukan pasien itu sebenarnya sudah gratis karena diklaim oleh BPJS. Yang kita bicarakan ini ambulans gratis di luar klaim BPJS, misalnya untuk pengantaran jenazah yang memang tidak dicover BPJS,” ujarnya dilansir dari Tribun Palu.

Ia meminta pemerintah daerah memperjelas skema program ambulans gratis agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara program daerah dan layanan yang sudah dicover BPJS.

Selain itu, Wardi juga menyoroti program pelayanan kesehatan jemput bola atau home service dari Dinas Kesehatan. Program tersebut memungkinkan tenaga kesehatan dari puskesmas mendatangi pasien yang berada di rumah, terutama bagi pasien dengan kondisi sakit berat.

Menurutnya, layanan tersebut harus diterapkan secara merata di seluruh puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong.

“Program jemput bola ini penting untuk memastikan pasien yang tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan tetap mendapatkan pelayanan. Jangan sampai antar puskesmas tidak terintegrasi,” katanya.

Wardi menambahkan, pembahasan sektor kesehatan tidak boleh hanya terfokus pada program ambulans gratis. Pemerintah daerah diminta melihat sektor kesehatan secara lebih luas, termasuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit.

Ia menilai program “Sehat Bersama” perlu diarahkan untuk menekan angka masyarakat yang sakit, bukan sekadar meningkatkan pelayanan saat pasien sudah membutuhkan perawatan.

Selain itu, ia juga menyinggung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor rumah sakit. Menurutnya, tingginya PAD tidak selalu mencerminkan keberhasilan sektor kesehatan.

“Keberhasilan justru dapat dilihat dari semakin sedikitnya masyarakat yang harus dirawat karena sakit,” ujarnya.

Dengan demikian, ia mendorong kebijakan kesehatan daerah lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan penyakit serta penguatan layanan di tingkat puskesmas.

Sumber: Tribun Palu

Font +
Font -
Fraksi PKB Sulteng
Publikasi Terkait
Tag Cloud